

"Mereka" tak hanya diam membisu untuk melihat apa yang sedang terjadi di dunia ini. Yap,mereka adalah tembok-tembok di pinggiran kota-kota besar. "Mereka" adalah saksi dari ketidakadilan dari hukum jalanan di negara yang sangat kotor ini. "Mereka" adalah objek dari para seniman jalanan yang berusaha untuk menumpahkan segala kreativitas para seniman itu. "Mereka" berdiri tegak disepanjang kota-kota besar dengan kerapuhan yang mereka miliki sebagai benda yang tidak pernah dihiraukan oleh mata para masyarakat yang telah sibuk oleh pekerjaan dan segala aktivitas busuk mereka.
Para seniman jalananpun tahu akan segala omong kosong itu,dan merekapun menuangkannya dalam sebuah gambar corat-coret yang mempunyai tingkat kedinamisan tinggi. RESISTENSI yang coba mereka tuangkan lewat seni jalanan itu pun akhirnya mengubah pandangan orang-orang terhadap tembok-tembok yang telah lama usang dan hampir roboh itu menjadi sesuatu yang enak dilihat dan tampak meyakinkan orang-orang awam akan arti penting dari sebuah seni dan kehidupan itu.
Banyak dari para seniman jalanan ini berusia belasan dan bisa dibilang masih muda. Tapi juga tidak banyak dari mereka yang telah dianggap senior dalam urusan ini. Mereka biasanya berkumpul menjadi satu dalam sebuah keterikatan hati untuk berseni,berkarya dalam sebuah grafity di tembok-tembok tengah kota. Merekalah yang dianggap para seniman jalanan,mereka yang pedulu terhadap seni,mereka yang selalu berkarya walaupun terus mendapat tekanan dari orang-orang munafik. Jadi bagi kalian para seniman jalanan,teruslah berkarya dalam ketidakadilan sosial ini. YOU'LL NEVER WALK ALONE

